Pages

Thursday, June 12, 2014

KAYA ITU PILIHAN

Hiduplah dengan bahagia!
"Semua orang tua selalu berdoa untuk kebahagiaan anak-anaknya".
"Semua keluarga menginginkan hidup bahagia bagi seluruh anggotanya".
"Semua orang memimpikan bahagia".
Tidak aneh memang mengharap kebahagiaan bagi hidup kita. Hanya saja perlu kita renungkan bersama bahagia yang bagaimana yang sebenarnya kita idam-idamkan?
Secara fisik, banyak dari kita bahkan mungkin semua manusia mengidentikkan bahagia itu berkecukupan atas segala kebutuhannya. Seorang ayah akan berharap bahwa kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan); kebutuhan pendidikan, kebutuhan komunikasi, kebutuhan transportasi dan mungkin banyak kebutuhan lain bisa dipenuhi.
Sebenarnya sangat realistis bila ukuran kebahagiaan secara fisik dilihat dari sudut pandang di atas. Tentunya dengan pemahaman yang benar tercukupinya kebutuhan tersebut mampu menciptakan kondisi yang mudah bagi setiap anggota keluarga melakukan perannya masing-masing. Ayah mampu mencukupi nafkah bagi keluarganya, Ibu mampu mengatur, dan Anak-anak mampu menjadi apa yang diinginkan orang tuanya.
Kenyataannya, manusia selalu dilingkupi masalah. Ukuran mencapai dan mewujudkan kebahagiaan di lihat dari sudut pandang pemenuhan kebutuhan juga melibatkan masalah yang tidak mudah. Harus ada hitungan balance untuk keluarga dan pekerjaan; antara rumah dan kantor; antara bermain dan belajar; kewajiban dan hobby; tuntutan dan kemampuan dan banyak hal yang lain.
Lalu, apakah bahagia itu ?
Bahagia adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Dalam segala kondisi mungkinkah semua pikiran atau perasaan ini mampu kita hadirkan ? 
Tentunya itu akan di jawab berbeda-beda di setiap orang, tergantung sudut pandang dan keyakinannya. Hanya saja yang menarik yang ingin saya sampaikan : metode apa yang mudah kita pilih, cara yang bagaimana yang harus kita lakukan, keyakinan apa yang wajib kita miliki ?
Tidak semata-mata saya akan membodohi anda, membuat statement tanpa dasar yang bisa dikatakan omong kosong. Tapi begitulah, sedikit referensi mungkin akan membantu anda menemukan cara terbaik mendapatkan kebahagiaan dengan sudut pandang kemanusiaan yang nggak harus lari dari sebuah dasar/pedoman tentang diri kita sebagai manusia.
Hidup lah bahagia dengan metode "kaya".
Maka judul di atas "Kaya adalah pilihan". Kekayaan memang bukan segalanya. Bukan harga mutlak bagi setiap manusia, toh hidup miskin pun banyak manusia tetap hidup. Korelasi antara kebahagiaan dan kekayaan itu semacam nutrisi sehat yang mengalir dalam hidup manusia. Manusia yang sehat tentunya mudah dalam menjalankan aktifitas apapun. Dan manusia yang penuh dengan kekayaan akan lebih mudah mendapatkan kebahagiaan. Bagusnya lagi "kekayaan" adalah hak bagi setiap manusia ketika dia benar mengusahakan, ketika dia benar mengupayakan dan ketika dia benar berharap dan memimpikannya.
Tidak sedikit yang kemudian harus mengalami deraan masalah sampai di ujung kondisi, seorang manusia akan bertoleransi dengan harapan dan kenyataan. Ketika itu bahagia diletakkan pada keyakinan perasaan dan bukan pada keinginan fisik. Dan akhirnya ini lah yang kemudian terjadi :
1. Biar miskin yang penting bahagia;
2. Orang kaya itu jarang yang bahagia;
3. Susah banget jadi orang kaya;
4. Kaya itu takdir;
5. Miskin adalah garis kehidupan;
6. Saya memang tidak bakat menjadi orang kaya;
7. Kaya itu lebih mudah tergoda syetan;
Sekali lagi, kekayaan bukanlah segalanya. Kekayaan juga bukan ukuran manusia dianggap mulia. Kekayaan adalah alat bantu yang bisa memudahkan kita untuk mencapai bahagia. Dan dia juga merupakan katalis terbaik untuk menjadikan hidup kita dan hidup keluarga kita menjadi mulia.

0 comments:

Post a Comment