Pages

Tuesday, April 28, 2015

CERITA BISNIS SEORANG TUKANG PIJAT BAGIAN 4

Lanjutan Cerita Bisnis Seorang tukang Pijat 3
Segmen ini perlu digarisbawahi bahwa ternyata tidak mudah mendapat simpatik lembaga finansial.
Pak Karyo .... tidak punya ijin usaha, tidak punya akta pendirian usaha dan lebih lagi tidak punya cash flow yang dibukukan dengan administrasi yang benar menurut lembaga finansial.
Hadewwww .... Dia mulai pesimis, dia mulai apatis dan sedikit dramatis ..... karena memaksa berpikir seperti itu omzet pendapatannya per bulan cenderung menurun.
Istrinya semakin takut .... dalam setiap diskusinya dengan suami tersayangnya, sang istri selalu memohon kepada suaminya untuk menerima apa adanya dan cukup bersyukur dari apa yang sudah bisa dinikmati hari ini.
Pak Karyo masih berpikir bahwa tidak ada yang salah dalam pandangannya. Bukan karena dia seorang tukang pijat lantas semua tidak bisa dikondisikan sesuai persyaratan Lembaga Finansial tersebut.
Ide nakalnya nya muncul, maksut hati untuk mendapat pengakuan pun semakin bergejolak .... dia yakin seyakin yakinnya bahwa .... Lembaga Finansial hanya perlu bukti. Apa yang kemudian dia lakukan ?
Dia menyampaikan ide nya kepada istrinya..... "mbok'e ... kalau nanti aku dapat hasil setiap hari dari memijat ... uangnya jangan langsung diminta ya .... tapi aku ijin tak tabung dulu ... aku butuh catatan penghasilanku, daripada kita nulis di buku yang kita kadang nggak tahu caranya menulis gimana ....lebih baik biar mas dan mbak di Lembaga Finansial itu yang menulisnya .... siapa tahu akhirnya mereka nanti malah butuh dan memberi kita penawaran kredit.
Ada yang salah kah ? .... atau kita yang ternyata selama ini yang salah ?

Sunday, April 26, 2015

CERITA BISNIS SEORANG TUKANG PIJAT (3)

Lanjutan Cerita Bisnis Seorang Tukang Pijat Bagian 2
Meski dalam sebulan dia belum konsisten untuk hasil 10 JUTA/bulan .... nyatanya dia mulai tertarik Xenia Type Li yang dibeli Pak Hadi tetangganya. Istrinya berpikir bahwa adalah kewajaran kalau Pak Hadi mampu membelinya karena Beliau adalah seorang PNS dengan sertifikasi. Namun Pak Karyo memberanikan diri bertanya kepada Pak Hadi tentang harga si Xenia tadi ....
Yang dia kagetkan adalah ternyata Xenia pun masih bergenre sama dengan motornya .... alias kredit. DP sekian dengan kredit per bulan sekian .... "Hmmmmmmm" Nyandak kayak'e. (Pak Karyo bergumam dalam benaknya).
Dia mulai bertanya kesana kemari ... dan bermuaralah beliau di sebuah lembaga finansial yang SUPER KAYA tapi agak pelit karena ternyata syarat nya ba bi bu ... ba bi bu .....
Disinilah kemudian otak bisnis nya benar-benar diuji .... Mungkinkah dia membuat satu terobosan untuk 2 atau tiga tujuan sekaligus ..... bekerjasama dengan lembaga finansial untuk beli Xenia dan mengembangkan usahanya yaitu Jasa Pijat.
...... Wow .... Siapa sangka ternyata Bisnis tidak pernah mati gaya!!!

Saturday, April 25, 2015

CERITA BISNIS TUKANG PIJAT 2

Lanjutan Cerita Bisnis Tukang Pijat Bagian 1....
Pak Karyo pun beli HP, meski masih POLYPONIK ...meski tidak menarik bagi masa ke Gadget an seperti saat ini. Kredit motor pun dia ambil, untung-untung buat status prestisius dirinya di lingkungan rumahnya.
Naluri bisnisnya mulai sedikit berubah .....dia mulai menghafal seluruh pelanggannya .... dia mulai menghitung jumlah pelanggan tetap dan jumlah pelanggan yang datang dan pergi setiap bulannya .... dia mulai kompromi dengan istrinya untuk mengurangi beban kerjaan pokoknya di rumah yang berupa mencangkul dan memelihara ternak.
Ada keinginan bahwa uang 10 JUTA/bulan bukanlah suatu hal yang sulit dicari ketika dia fokus dengan Jasa Pijatnya.
Dia berpikir dengan menambah waktu layanan pijat dan mempercepat mobilisasi pindah lokasi sesuai permintaan pelanggan sekaligus memperluas jaringan pijatnya... semuanya akan terasa mudah.
Hitungan 10 juta/bulan hanyalah hitungan ketika di bagi 30 hari, hasilnya adalah 333.3333 rb ... atau sepdan dengan 7 sampai 8 pelanggan setiap harinya.
Kualitas pijat pun bukan hanya dengan cara urut tradisional ... dia menambah cara pijat refleksi.
Ups .... di kondisi ini, mungkinkah kita masih bisa berbicara bahwa Pak Karyo adalah pelaku bisnis KECENGAN ?

Thursday, April 23, 2015

BISNIS ITU IBADAH

Bisnis merupakan pola laku manusia yang harus menggambarkan SABAR, IKHLAS dan jatuhnya kemudian adalah SYUKUR.
Ketika pikiran kita menjelaskan bahwa bisnis itu butuh perjuangan, butuh kerja keras dan butuh cara ter sistematis yang luar biasa rumitnya, itu adalah benar adanya. Hanya saja harus kita sadari pula bahwa ketika kita hanya menggantungkan kebisaan dan kemampuan kita berbisnis dari kekuatan pikiran, maka tak pelak ... jatuh bangun, untung rugi atau bahkan maju dan bangkrut akan bermuara pada penyesalan, keputus asaan dan terlebih parahnya lagi adalah penghakiman bahwa Tuhan tidak pernah sayang kepada kita.
Seberapapun kuatnya pikiran menopang cara bisnis anda, jatuhnya adalah menyakiti. Seberapapun hebohnya pikiran merangsang tindakan maju dengan ide-ide brialiant, jatuhnya adalah kekecewaan.
Tapi apakah pikiran selalu berposisi salah dan kurang. He he he he, ini lah kemampuan kita yang sebenarnya!
Pikiran meruapakan cara menjangkah tujuan, tapi sayangnya tujuan kita selalu harus tergambar di awang-awang (impian). Dan mengaplikasikan impian yang adanya di awang-awang itu mudah untuk di jangkah dengan pikiran adalah dengan cara menurunkan impian itu ke bumi (alam berpikir manusia). Bagaimana menurunkannya, tentunya bukan dengan pikiran tapi dengan doa. Doa menjelaskan kepasarahan total manusia bahwa penghambaan kepada Alloh SWT itu adalah mutlak adanya. Jalannya adalah ketika anda SABAR kemudian IKHLAS ... dan akhirnya SYUKUR.