Lalu apa yang perlu ditakutkan kalau semua memang berawal dari yang tak pernah ada .....
bukan meremehkan kondisi atau kejadian yang sudah kita alami.... tapi lebih tentang apa yang harus kita lakukan di esok hari ....
kosong yang kita pahami ada kalanya isi yang kita abaikan .... dan isi yang kita nikmati lebih banyak tentang kekosongan belaka ......
lumrahnya .... kita harus mulai mengisi kekosongan ini dengan isi-isi yang lebih bermakna ..... yuk kita wajarkan hidup kita, mau hasil .... ya berusaha .... mau mudah ... ya jangan sendiri .... mau hasil banyak ... ya kerjasama .... mau terarah ... ya fokus .... mau dipercaya ya komitment .... mau jadi orang kaya .... ya buka usaha ..... mau masalah segera selesai ... ya berusaha dan berdoa .....
Dan segera bunuh itu semua kata pembenaran ...... lempar semua kenyataan tentang abu-abu yang nggak bisa diikutkan mana yang asalnya hitam atau putih ....
jangan bohongi diri apalagi orang lain .....
jangan merasa bisa kalau ternyata kita nggak mau berbenah dan belajar .........
Sungguh sekecil apapun proses baik yang kita lewati .... selalu ada nikmatnya .... dan sebesar apapun kesalahan yang kita pungkiri.... hanyalah rumah bahagia yang perlu kita temukan kunci pintunya.... agar semua ke isian ini kembali ke fitrah diri kita.
Di awal harus kita sepakati JANGAN TAKUT GAGAL!!!
Berapa kali seorang balita harus jatuh tersungkur untuk bisa berjalan .....
Berapa kali kita harus mencoba naik sepeda untuk kemudian bisa meski luka di tangan, kaki adalah hiasannya....
Tapi kemudian ...... kita tidak perlu berulang kali atau bahkan sekalipun menghancurkan tembok garasi untuk bisa mengendarai mobil .....
Memahami semuanya dengan baik .... akan membawa satu keyakinan bahwa segala sesuatu akan nampak biasa kalau dah sering dicoba ........
Sebagai pemula, layaknya kita yang masih berbenah menentukan bentuk dan ukuran, gagal mestinya adalah menu wajib pada skala proses saja .... jangan disikapi berlebihan .... lantas kita mundur atau bahkan merasa nggak bisa.
Jangan mengalah pada kondisi, pembenaran keahlian atau bahkan sikap negatif dari orang lain ..... Gagal hanyalah proses yang tidak benar sehingga output kurang sesuai .....
Hari ini gagal .... mari kita evaluasi .....lanjut di esoknya dengan proses yang kita sepakati ....
Ketika itu gagal lagi, kita evaluasi semakin menyeluruh ... apa, bagaimana, mengapa dan siapanya .... sekusut apapun benang..... selalu ada untaiannya ..... seribet apapun kegagalan .... mesti ada ujung pangkal masalahnya .....
Maka kemudian siapkan saja piring dan terima menu gagal di hari ini dengan lapang dada .... segera habiskan santapannya dengan ikhlas .... meski kepahitan yang akan melanda ..... Yakinkan dalam diri .... AKU NGGAK MAU MAKAN GAGAL LAGI .......... Fight guys .... (Support by RS Company ......)
Friday, May 29, 2015
Friday, May 1, 2015
CERITA BISNIS SEORANG TUKANG PIJAT (5) END.....
Lanjutan Cerita Bisnis Seorang Tukang Pijat (4)
Pak Karyo bersama
istri tersayangnya baru saja membuka dan meresmikan Cabang Usaha Jasa Pijatnya
yang ke 8, yang dia beri nama "Karyo Pijet". Cabang itu berdiri megah
disamping gerai makanan saji sekelas produk amrik di pinggir jalan protokol di
pusat kota.
Mobilnya yang kadang lebih merupakan impian para eksmud berdasi dengan sebutan PAGERO pun ... tak canggung lagi dia kendarai.
Lalu .... ? Apa yang sebenarnya dia lakukan sebelumnya ?
Ternyata dia tidak mengalah dengan kesulitan yang dia jumpai ..... dia merasa bahwa kesulitan yang dia hadapi adalah kesulitan wajar yang datang karena telah sesuai dengan waktu dan kesempatnnya. Dia tidak pernah merasa menjangkau masalah yang memang tidak pantas dia hadapi.
Ijin usaha, akta pendirian, pra syarat omzet/cash flow, target pengembangan marketing, penambahan karyawan bahkan sampai dulikasi sistem pun ... dia peroleh pada level seharusnya ....
Dia selalu jujur bahwa proses yang dia lakukan bukan tentang menyulap hasil .... tapai lebih ke bagaimana menambah, mengurangi, membagi maupun mengalikannya.
Maaf kalau ada yang nggak berkenan, tokoh merupakan ilsutrasi fiktif .... dan semoga tidak ada yang menuntut atas pencemaran nama baik .... he he he he
Mobilnya yang kadang lebih merupakan impian para eksmud berdasi dengan sebutan PAGERO pun ... tak canggung lagi dia kendarai.
Lalu .... ? Apa yang sebenarnya dia lakukan sebelumnya ?
Ternyata dia tidak mengalah dengan kesulitan yang dia jumpai ..... dia merasa bahwa kesulitan yang dia hadapi adalah kesulitan wajar yang datang karena telah sesuai dengan waktu dan kesempatnnya. Dia tidak pernah merasa menjangkau masalah yang memang tidak pantas dia hadapi.
Ijin usaha, akta pendirian, pra syarat omzet/cash flow, target pengembangan marketing, penambahan karyawan bahkan sampai dulikasi sistem pun ... dia peroleh pada level seharusnya ....
Dia selalu jujur bahwa proses yang dia lakukan bukan tentang menyulap hasil .... tapai lebih ke bagaimana menambah, mengurangi, membagi maupun mengalikannya.
Maaf kalau ada yang nggak berkenan, tokoh merupakan ilsutrasi fiktif .... dan semoga tidak ada yang menuntut atas pencemaran nama baik .... he he he he
Tuesday, April 28, 2015
CERITA BISNIS SEORANG TUKANG PIJAT BAGIAN 4
Lanjutan Cerita Bisnis Seorang
tukang Pijat 3
Segmen ini perlu digarisbawahi bahwa ternyata tidak mudah mendapat simpatik lembaga finansial.
Pak Karyo .... tidak punya ijin usaha, tidak punya akta pendirian usaha dan lebih lagi tidak punya cash flow yang dibukukan dengan administrasi yang benar menurut lembaga finansial.
Hadewwww .... Dia mulai pesimis, dia mulai apatis dan sedikit dramatis ..... karena memaksa berpikir seperti itu omzet pendapatannya per bulan cenderung menurun.
Istrinya semakin takut .... dalam setiap diskusinya dengan suami tersayangnya, sang istri selalu memohon kepada suaminya untuk menerima apa adanya dan cukup bersyukur dari apa yang sudah bisa dinikmati hari ini.
Pak Karyo masih berpikir bahwa tidak ada yang salah dalam pandangannya. Bukan karena dia seorang tukang pijat lantas semua tidak bisa dikondisikan sesuai persyaratan Lembaga Finansial tersebut.
Ide nakalnya nya muncul, maksut hati untuk mendapat pengakuan pun semakin bergejolak .... dia yakin seyakin yakinnya bahwa .... Lembaga Finansial hanya perlu bukti. Apa yang kemudian dia lakukan ?
Dia menyampaikan ide nya kepada istrinya..... "mbok'e ... kalau nanti aku dapat hasil setiap hari dari memijat ... uangnya jangan langsung diminta ya .... tapi aku ijin tak tabung dulu ... aku butuh catatan penghasilanku, daripada kita nulis di buku yang kita kadang nggak tahu caranya menulis gimana ....lebih baik biar mas dan mbak di Lembaga Finansial itu yang menulisnya .... siapa tahu akhirnya mereka nanti malah butuh dan memberi kita penawaran kredit.
Ada yang salah kah ? .... atau kita yang ternyata selama ini yang salah ?
Segmen ini perlu digarisbawahi bahwa ternyata tidak mudah mendapat simpatik lembaga finansial.
Pak Karyo .... tidak punya ijin usaha, tidak punya akta pendirian usaha dan lebih lagi tidak punya cash flow yang dibukukan dengan administrasi yang benar menurut lembaga finansial.
Hadewwww .... Dia mulai pesimis, dia mulai apatis dan sedikit dramatis ..... karena memaksa berpikir seperti itu omzet pendapatannya per bulan cenderung menurun.
Istrinya semakin takut .... dalam setiap diskusinya dengan suami tersayangnya, sang istri selalu memohon kepada suaminya untuk menerima apa adanya dan cukup bersyukur dari apa yang sudah bisa dinikmati hari ini.
Pak Karyo masih berpikir bahwa tidak ada yang salah dalam pandangannya. Bukan karena dia seorang tukang pijat lantas semua tidak bisa dikondisikan sesuai persyaratan Lembaga Finansial tersebut.
Ide nakalnya nya muncul, maksut hati untuk mendapat pengakuan pun semakin bergejolak .... dia yakin seyakin yakinnya bahwa .... Lembaga Finansial hanya perlu bukti. Apa yang kemudian dia lakukan ?
Dia menyampaikan ide nya kepada istrinya..... "mbok'e ... kalau nanti aku dapat hasil setiap hari dari memijat ... uangnya jangan langsung diminta ya .... tapi aku ijin tak tabung dulu ... aku butuh catatan penghasilanku, daripada kita nulis di buku yang kita kadang nggak tahu caranya menulis gimana ....lebih baik biar mas dan mbak di Lembaga Finansial itu yang menulisnya .... siapa tahu akhirnya mereka nanti malah butuh dan memberi kita penawaran kredit.
Ada yang salah kah ? .... atau kita yang ternyata selama ini yang salah ?
Sunday, April 26, 2015
CERITA BISNIS SEORANG TUKANG PIJAT (3)
Lanjutan Cerita Bisnis Seorang
Tukang Pijat Bagian 2
Meski dalam sebulan dia belum konsisten untuk hasil 10 JUTA/bulan .... nyatanya dia mulai tertarik Xenia Type Li yang dibeli Pak Hadi tetangganya. Istrinya berpikir bahwa adalah kewajaran kalau Pak Hadi mampu membelinya karena Beliau adalah seorang PNS dengan sertifikasi. Namun Pak Karyo memberanikan diri bertanya kepada Pak Hadi tentang harga si Xenia tadi ....
Yang dia kagetkan adalah ternyata Xenia pun masih bergenre sama dengan motornya .... alias kredit. DP sekian dengan kredit per bulan sekian .... "Hmmmmmmm" Nyandak kayak'e. (Pak Karyo bergumam dalam benaknya).
Dia mulai bertanya kesana kemari ... dan bermuaralah beliau di sebuah lembaga finansial yang SUPER KAYA tapi agak pelit karena ternyata syarat nya ba bi bu ... ba bi bu .....
Disinilah kemudian otak bisnis nya benar-benar diuji .... Mungkinkah dia membuat satu terobosan untuk 2 atau tiga tujuan sekaligus ..... bekerjasama dengan lembaga finansial untuk beli Xenia dan mengembangkan usahanya yaitu Jasa Pijat.
...... Wow .... Siapa sangka ternyata Bisnis tidak pernah mati gaya!!!
Meski dalam sebulan dia belum konsisten untuk hasil 10 JUTA/bulan .... nyatanya dia mulai tertarik Xenia Type Li yang dibeli Pak Hadi tetangganya. Istrinya berpikir bahwa adalah kewajaran kalau Pak Hadi mampu membelinya karena Beliau adalah seorang PNS dengan sertifikasi. Namun Pak Karyo memberanikan diri bertanya kepada Pak Hadi tentang harga si Xenia tadi ....
Yang dia kagetkan adalah ternyata Xenia pun masih bergenre sama dengan motornya .... alias kredit. DP sekian dengan kredit per bulan sekian .... "Hmmmmmmm" Nyandak kayak'e. (Pak Karyo bergumam dalam benaknya).
Dia mulai bertanya kesana kemari ... dan bermuaralah beliau di sebuah lembaga finansial yang SUPER KAYA tapi agak pelit karena ternyata syarat nya ba bi bu ... ba bi bu .....
Disinilah kemudian otak bisnis nya benar-benar diuji .... Mungkinkah dia membuat satu terobosan untuk 2 atau tiga tujuan sekaligus ..... bekerjasama dengan lembaga finansial untuk beli Xenia dan mengembangkan usahanya yaitu Jasa Pijat.
...... Wow .... Siapa sangka ternyata Bisnis tidak pernah mati gaya!!!
Saturday, April 25, 2015
CERITA BISNIS TUKANG PIJAT 2
Lanjutan Cerita Bisnis Tukang Pijat Bagian 1....
Pak Karyo pun beli HP, meski masih POLYPONIK ...meski tidak menarik bagi masa ke Gadget an seperti saat ini. Kredit motor pun dia ambil, untung-untung buat status prestisius dirinya di lingkungan rumahnya.
Naluri bisnisnya mulai sedikit berubah .....dia mulai menghafal seluruh pelanggannya .... dia mulai menghitung jumlah pelanggan tetap dan jumlah pelanggan yang datang dan pergi setiap bulannya .... dia mulai kompromi dengan istrinya untuk mengurangi beban kerjaan pokoknya di rumah yang berupa mencangkul dan memelihara ternak.
Ada keinginan bahwa uang 10 JUTA/bulan bukanlah suatu hal yang sulit dicari ketika dia fokus dengan Jasa Pijatnya.
Dia berpikir dengan menambah waktu layanan pijat dan mempercepat mobilisasi pindah lokasi sesuai permintaan pelanggan sekaligus memperluas jaringan pijatnya... semuanya akan terasa mudah.
Hitungan 10 juta/bulan hanyalah hitungan ketika di bagi 30 hari, hasilnya adalah 333.3333 rb ... atau sepdan dengan 7 sampai 8 pelanggan setiap harinya.
Kualitas pijat pun bukan hanya dengan cara urut tradisional ... dia menambah cara pijat refleksi.
Ups .... di kondisi ini, mungkinkah kita masih bisa berbicara bahwa Pak Karyo adalah pelaku bisnis KECENGAN ?
Pak Karyo pun beli HP, meski masih POLYPONIK ...meski tidak menarik bagi masa ke Gadget an seperti saat ini. Kredit motor pun dia ambil, untung-untung buat status prestisius dirinya di lingkungan rumahnya.
Naluri bisnisnya mulai sedikit berubah .....dia mulai menghafal seluruh pelanggannya .... dia mulai menghitung jumlah pelanggan tetap dan jumlah pelanggan yang datang dan pergi setiap bulannya .... dia mulai kompromi dengan istrinya untuk mengurangi beban kerjaan pokoknya di rumah yang berupa mencangkul dan memelihara ternak.
Ada keinginan bahwa uang 10 JUTA/bulan bukanlah suatu hal yang sulit dicari ketika dia fokus dengan Jasa Pijatnya.
Dia berpikir dengan menambah waktu layanan pijat dan mempercepat mobilisasi pindah lokasi sesuai permintaan pelanggan sekaligus memperluas jaringan pijatnya... semuanya akan terasa mudah.
Hitungan 10 juta/bulan hanyalah hitungan ketika di bagi 30 hari, hasilnya adalah 333.3333 rb ... atau sepdan dengan 7 sampai 8 pelanggan setiap harinya.
Kualitas pijat pun bukan hanya dengan cara urut tradisional ... dia menambah cara pijat refleksi.
Ups .... di kondisi ini, mungkinkah kita masih bisa berbicara bahwa Pak Karyo adalah pelaku bisnis KECENGAN ?
Labels:
bisnis pemula,
bisnis tanpa modal,
riset bisnis
Thursday, April 23, 2015
BISNIS ITU IBADAH
Bisnis merupakan pola laku manusia yang harus menggambarkan SABAR, IKHLAS dan jatuhnya kemudian adalah SYUKUR.
Ketika pikiran kita menjelaskan bahwa bisnis itu butuh perjuangan, butuh kerja keras dan butuh cara ter sistematis yang luar biasa rumitnya, itu adalah benar adanya. Hanya saja harus kita sadari pula bahwa ketika kita hanya menggantungkan kebisaan dan kemampuan kita berbisnis dari kekuatan pikiran, maka tak pelak ... jatuh bangun, untung rugi atau bahkan maju dan bangkrut akan bermuara pada penyesalan, keputus asaan dan terlebih parahnya lagi adalah penghakiman bahwa Tuhan tidak pernah sayang kepada kita.
Seberapapun kuatnya pikiran menopang cara bisnis anda, jatuhnya adalah menyakiti. Seberapapun hebohnya pikiran merangsang tindakan maju dengan ide-ide brialiant, jatuhnya adalah kekecewaan.
Tapi apakah pikiran selalu berposisi salah dan kurang. He he he he, ini lah kemampuan kita yang sebenarnya!
Pikiran meruapakan cara menjangkah tujuan, tapi sayangnya tujuan kita selalu harus tergambar di awang-awang (impian). Dan mengaplikasikan impian yang adanya di awang-awang itu mudah untuk di jangkah dengan pikiran adalah dengan cara menurunkan impian itu ke bumi (alam berpikir manusia). Bagaimana menurunkannya, tentunya bukan dengan pikiran tapi dengan doa. Doa menjelaskan kepasarahan total manusia bahwa penghambaan kepada Alloh SWT itu adalah mutlak adanya. Jalannya adalah ketika anda SABAR kemudian IKHLAS ... dan akhirnya SYUKUR.
Ketika pikiran kita menjelaskan bahwa bisnis itu butuh perjuangan, butuh kerja keras dan butuh cara ter sistematis yang luar biasa rumitnya, itu adalah benar adanya. Hanya saja harus kita sadari pula bahwa ketika kita hanya menggantungkan kebisaan dan kemampuan kita berbisnis dari kekuatan pikiran, maka tak pelak ... jatuh bangun, untung rugi atau bahkan maju dan bangkrut akan bermuara pada penyesalan, keputus asaan dan terlebih parahnya lagi adalah penghakiman bahwa Tuhan tidak pernah sayang kepada kita.
Seberapapun kuatnya pikiran menopang cara bisnis anda, jatuhnya adalah menyakiti. Seberapapun hebohnya pikiran merangsang tindakan maju dengan ide-ide brialiant, jatuhnya adalah kekecewaan.
Tapi apakah pikiran selalu berposisi salah dan kurang. He he he he, ini lah kemampuan kita yang sebenarnya!
Pikiran meruapakan cara menjangkah tujuan, tapi sayangnya tujuan kita selalu harus tergambar di awang-awang (impian). Dan mengaplikasikan impian yang adanya di awang-awang itu mudah untuk di jangkah dengan pikiran adalah dengan cara menurunkan impian itu ke bumi (alam berpikir manusia). Bagaimana menurunkannya, tentunya bukan dengan pikiran tapi dengan doa. Doa menjelaskan kepasarahan total manusia bahwa penghambaan kepada Alloh SWT itu adalah mutlak adanya. Jalannya adalah ketika anda SABAR kemudian IKHLAS ... dan akhirnya SYUKUR.
Sunday, March 15, 2015
CERITA BISNIS SEORANG TUKANG PIJAT ... BAGIAN 1
Pak karyo adalah pelaku bisnis jasa pijat panggilan
dengan tarif 50 rb untuk 1 sampai 1,5 jam waktu yang dibutuhkan sekali memijat.
Dalam 1 hari dia bisa menjual pijatannya 3 sampai 5 konsumen (standar 8 jam kerja/hari)
Artinya .... per hari dia menerima penghasilan bruto 150 rb s/d 250 rb. ketika diambil rata-rata sehari dia menghasilkan 200 rb, maka 1 bulan full yang dia peroleh adalah 6 JUTA rupiah ..... adakah yang masih sanksi ?
Kalaupun tarif yang diterima Pak Karyo menurut anda kurang logis... dan nilai wajarnya adalah 25 rb per sekali pijat .... hasilnya adalah 3 Jt/bulan .... bukankah masih terukur fantastis untuk Pak Karyo yang hanya mengenal kemampuan memijat sebagai alternatif cara mencari nafkah.
Dan kadang begitulah apa yang terjadi dalam pola pikir kita .... bisnis selalu harus dilihat luarbiasa dalam pola pikir dan stylenya .....dan yang kita hasilkan belum tentu bisa menyamai hasil seorang tukang pijat.
Dalam 1 hari dia bisa menjual pijatannya 3 sampai 5 konsumen (standar 8 jam kerja/hari)
Artinya .... per hari dia menerima penghasilan bruto 150 rb s/d 250 rb. ketika diambil rata-rata sehari dia menghasilkan 200 rb, maka 1 bulan full yang dia peroleh adalah 6 JUTA rupiah ..... adakah yang masih sanksi ?
Kalaupun tarif yang diterima Pak Karyo menurut anda kurang logis... dan nilai wajarnya adalah 25 rb per sekali pijat .... hasilnya adalah 3 Jt/bulan .... bukankah masih terukur fantastis untuk Pak Karyo yang hanya mengenal kemampuan memijat sebagai alternatif cara mencari nafkah.
Dan kadang begitulah apa yang terjadi dalam pola pikir kita .... bisnis selalu harus dilihat luarbiasa dalam pola pikir dan stylenya .....dan yang kita hasilkan belum tentu bisa menyamai hasil seorang tukang pijat.
Ilustrasi di atas, merupakan cerita yang sebenarnya terjadi dan mungkin adalah sebuah kenyataan yang ada di lingkungan kita masing-masing.
Untuk penekanan cerita bisnis lanjutannya silahkan tunggu di Bagian 2.
Subscribe to:
Comments (Atom)